Home Berita Ekonomi Menurut Menteri Keuangan, Naiknya Tarif STNK dan BPKB Ternyata Karena Alasan Berikut

Menurut Menteri Keuangan, Naiknya Tarif STNK dan BPKB Ternyata Karena Alasan Berikut

317
0
SHARE

Setelah sempat menjadi polemik di media sosial dan juga masyarakat, pejabat pemerintahan akhirnya mulai buka suara. Mulai dari Presiden, Kapolri dan bahkan menteri keuangan pun buka suara.

Menurut Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawaty alasan naiknya adalah karena dua jenis layanan tersebut menadi fungsi utama Kepolisian Republik Indonesia.

Sebelumnya dilaporkan tarif STNK dan BPKB naik per 6 Januari 2017 sampai 300 persen. Makanya, jika semula 50 ribu sekarang menjadi 150 ribu sebagaimana dilaporkan oleh liputan 6, Jumat (5/12017)

Daftar tarif kenaikan tersebut adalah sebagai berikut

Roda Dua dan Tiga

  • Biaya administrasi STNK perpanjangan atau baru semula Rp50 ribu naik menjadi Rp100 ribu
  • Penerbitan TNBK atau pelat nomor semula Rp30 ribu naik menjadi Rp100 ribu
  • Penerbitan BPKB dari Rp80 ribu menjadi Rp225 ribu
  • Penerbitan surat mutasi kendaraan keluar daerah semula Rp75 ribu menjadi Rp150 ribu

Dengan begitu kenaikan per tahun sebesar Rp39 ribu atau Rp195 ribu per 5 tahun

Roda Empat

  • Biaya STNK baru atau perpanjang dari Rp75 ribu menjadi Rp200 ribu
  • Penerbitan TNBK atau pelat nomor dari Rp50 ribu menjadi Rp100 ribu
  • Penerbitan BPKB naik dari Rp100 menjadi Rp375 ribu
  • Penerbitan surat mutasi keluar daerah dari Rp75 ribu menjadi Rp250 ribu

Dikutip dari liputan 6, Jumat (6/1/2017) atas polemik yang muncul dari kenaikan tersebut, pihak Kepolisian mengaku kurangnya sosialisasi sehingga kenaikan yang terkesan mendadak seperti dipaksakan.

 

LEAVE A REPLY