Home Berita Utama Buntut Panjang Aksi Anarkis ORMAS Bimbingan Kapolda Jabar, GMBI Pangandaran Diusir Warga

Buntut Panjang Aksi Anarkis ORMAS Bimbingan Kapolda Jabar, GMBI Pangandaran Diusir Warga

2474
0
SHARE

Tak ada gading yang tak retak, peribahasa itu benar adanya. Bahkan peribahasa sudah dikenal oleh banyak orang untuk menyatakan tidak ada manusia yang sempurna. Namun apa jadinya jika manusia yang dikatakan tak sempurna itu tak mau berusaha membenahi diri.

Setidaknya, itulah sedikit ungkapan kekesalan dari netizen terhadap LSM GMBI. Seperti diketahui bersama, LSM GMBI adalah binaan Kapolda Jabar, Irjen Anton Charliyan. Seperti dilansir situs detik.com, Jumat (13/1/2017). Dalam sebuah wawancara, Anton mengakui membina ORMAS yang anggotanya kebanyakan bertato dan bertampang sangar tersebut.

“Benar, saya banyak membina. Saya membina agar mereka jadi beradab. Bukan hanya satu kok, banyak,”  ujar Anton menjawab pertanyaan wartawan, Jumat(13/1/2017)

Namun, jawaban tersebut justru menjadi polemik di kalangan netizen, pasalnya ORMAS yang beranggotakan orang bertato tersebut justru berbuat anarkis dengan menyerang anggota FPI dan muslim  lainnya setelah aksi dukungan moril kepada Habib Rizeq di Mapolda Jabar. Netizen menyayangkan, ormas GMBI yang dibina seorang Irjen justru begitu arogan.

Markas GMBI Bogor Dibakar Warga

Tempo melansir berita, markas GMBI Bogor bakar pada Jumat dini hari (13/1/2017). Markas tersebut ada tiga, tepatnya di Tegalwaru, RT 05/03, Desa Ciampea, Kabupaten Bogor, dibakar seratusan orang, Jumat 13 Januari 2017.

Sampai saat ini, diduga kuat pembakaran terkait dengan ulah massa GMBI yang menyerang dan melukai sejumlah kaum muslimin dan anggota FPI pada Kamis (12/1/2017) lalu usai mengawal Habib Rizieq di Mapolda Jabar.

Sejumlah pihak menyayangkan terjadinya pembakaran tersebut. Meski begitu, warga mendukung kalau GMBI dibubarkan, pasalnya massa GMBI dinilai sering meresahkan masyarakat.

Terkait dengan pernyataan Kapolda Jabar bahwa tidak ada massa GMBI memukuli massa FPI, Detik.com, Jumat (13/1) melansir pernyataan Panglima FPI, Maman Suryadi,

“Kami sedang istirahat sambil makan siang di resto Sunda. Tiba-tiba mobil kijang kita diserang, mereka konvoi di jalan kita sedang di dalam mobil kita diserang, yang luka ada 5,” ujar Maman, Jumat (13/1)

Video GMBI Pangandaran Diusir Warga Beredar di Sosial Media

Berbagai markas GMBI di tanah air rupanya sedang menjadi incaran warga, setelah Bogor dan beberapa tempat lainnya, kini muncul sebuah Video kekesalan warga Pangandaran kepada LSM GMBI atas aksi anarkismenya pada hari Kamis (12/1).

Apalagi aksi anarkisme yang jelas memakan korban tersebut seakan dilindungi oleh Kapolda Jabar.

Sebuah video berisi aksi warga Pangandaran mengusir massa GMBI dari markasnya diunggah oleh salah seorang pengguna Facebook.

Di dalam video yang diklaim sebagai pengusiran GMBI dari bumi Pangandaran, memperlihatkan truk polisi menyelamatkan beberapa orang yang diduga kuat sebagai anggota GMBI.

Munculnya video tersebut kontan memancing reaksi di kalangan netizen. Ada yang menumpahkan kegeramannya. Ada yang mempertanyakan singkatan GMBI itu apa. Bahkan ada yang dengan pedas menjawab singkatan tersebut.

 

LEAVE A REPLY