Home Peristiwa Humas Polda Jabar Sebarkan Hoax, PWM Jabar Layangkan Kritikan dan Klarifikasi

Humas Polda Jabar Sebarkan Hoax, PWM Jabar Layangkan Kritikan dan Klarifikasi

450
0
SHARE

Aksi anarkis LSM GMBI bimbingan Kapolda Jabar menuai kecaman berbagai pihak. Bahkan wakil Presiden Jusuf Kalla juga sampai angkat bicara. Masyarakat menilai hukum tidak ditegakkan dengan baik, karena setelah kejadian pengeroyokan bahkan aksi sweping GMBI, Kapolda justru mengatakan “Tidak ada oknum dari ormas Bimbingannya yang melakukan pengeroyokan” seperti dilaporkan Vivanews, Jumat (13/1).

Menurut Kapolda Jabar, Irjen Anton Charliyan keributan terjadi antara FPI dengan ormas lain bukan GMBI. Bahkan menurutnya, anggota GMBI satupun tidak ada yang terlibat dalam bentrokan tersebut.

“Tak ada satu pun anggota GMBI yang melakukan kekerasan atau terlibat keribuna dengan FPI,” kata Anton mantap, kepada wartawan ketika ditemui di Markas Polda Jabar di Bandung, Jumat (13/1)

Polda Jabar Tidak Adil Pada Kasus FPI, Masyarakat Kecewa

Dalam keterangannya, Kapolda Jabar menyebut FPI bentrok dengan Ormas lain, bukan dengan GMBI asuhannya. Pernyataan ini memancing reaksi keras dari berbagai kalangan. Mengingat fakta di lapangan dan juga bukti video serta foto beredar secara viral di dunia maya.

Detik.com melangsir, Jumat (13/1), Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan menjelaskan, peristiwa di rumah makan Ampera adalah kasus balas dendam.

“Jadi ada salah satu ormas, tapi bukan GMBI, yang dipukuli dan dibacok anggota FPI. Ada dua orang korban. Lalu ormas yang bukan GMBI itu akhirnya mencari anggota FPI,” ucap Anton di Mapolda Jabar, di Jl. Soekarno Hatta, kota Bandung, Jumat (13/1)

Mengenai identias ormas tersebut, kata Anton, ormas tersebut belum diketahui identitasnya sampai saat ini.

Ketika melihat ada anggota FPI di rumah makan, sambung Anton perkelahian pun terjadi.

“Akhirnya terjadi keributan di Ampera. Hanya gelut, begitu saja. Enggak ada penusukan. Tidak ada satupun santri menjadi korban penusukan, apalagi dibunuh. Jadi ini harus diluruskan,” ujarnya mantap.

“Tidak ada anggota GMBI yang melakukan kekerasan atau terlibat keributan dengan mereka,” imbuh Anton kembali.
Atas beberpihakan Kapolda Jabar tersebut, masyarakat bereaksi keras. Netizen menyayangkan tidak adanya tindakan hukum dahulu baru diputuskan.

Seakan-akan GMBI memang dilindungi oleh Jenderal Polisi berbintang dua tersebut.

Humas Polda Jabar Sebarkan Hoax

Setelah terjadi aksi anarkis yang dilakukan massa GMBI, Humas Polda Jabar melalui lama fans pagenya mengupdate berita perkembangan di lapangan.

Namun, sayangnya sejumlah berita hoax muncul di sana. Sampai berita ini diturunkan lamka fans page tersebut sudah tidak bisa dicari, keterangan yang redaksi dapatkan seperti gambar di bawah ini.

Satriyo seorang Pemuda yang tergabung dalam ormas Muhammadiyyah terkejut bukan main ketika mendapatkan update dari laman resmi kepolisian Jawa Barat tersebut, pasalnya dalam update tersebut terdapat sebuah video Youtube dan pernyataan bahwa  Pimpinan Muhammadiyyah Jabar mengecam aksi anarkis FPI.

Sayangnya, laman Facebook sudah tidak bisa diakses. Namun Satriyo sempat mengscrenshoot. Dan gambar tersebut kini beredar secara viral di media massa.

Ketua PWMU Jabar memberikan bantahan klarifikasi sekaligus kritikan keras. Riza Fadhillah, Sekretaris PWM Jabar mengatakan,

“PWM Jabar tidak pernah mengecam tindakan FPI tersebut, bahkan mendukung langkah-langkah yang dilakukan dalam konteks da’wah amar ma’ruf nahi munkar.”

LEAVE A REPLY