Home Berita Ekonomi Ya Tuhan, WNA Tiongkok yang Digrebek di Bogor Garap Bahan Baku Militer?

Ya Tuhan, WNA Tiongkok yang Digrebek di Bogor Garap Bahan Baku Militer?

234
0
SHARE

Sebuah desa yang ada di tengah hutan ditemukan di Bogor. Desa tersebut bukan desa biasa karena penghuninya berbahasa Tiongkok dan bermata sipit. Warga sekitar menyebutnya sebagai desa Tiongkok.

Baru-baru ini, Desa Tiongkok di gerebek oleh aparat. Dan kabar ini menyita perhatian publik. Berita mengenai adanya desa Tiongkok di tengah hutan di wilayah Bogor menjadi berita terheboh.

Di media sosial, reaksi dan kecaman keras berdatangan. Bahkan, banyak yang mengutuk serta mengatakan itu sebagai bentuk kecolongan. Netzien menganggap adanya desa Tiongkok di tengah hutan Bogor adalah bukti pemerintah lalai dan kecolongan.

Meski sebenarnya, keberdaaan mereka berada di payung PT. Bintang Cindai Mineral Feologi (BCMG) Tani Berkah, Namun beberapa fakta mengejutkan terungkap usai penggerebekan.

Desa yang ada di perbukitan Cigudeg, Kabupaten Bogor tersebut nyatanya justru menambang emas secara ilegal. Meski sudah dapat izin sampai 2020, namun pemerintah secara pasti belum mengetahui hasil tamban jenis apa yang diperoleh para kuli Tiongkok tersebut.

Dilansir JPNN, Jumat (13/1) Ridwan Syariffudin, mantap Kepala ESDM Kabupaten Bogor mengatakan, Pemkab Bogor belum meneliti lebih jauh kandungan yang ada di perbukitan Cigudeg. Ridwan yang kini menjabat ahli bidang Sosial Ekonomi dan Pembangunan Sekretaruat Daerah Kabupaten Bogor ini mengatakan, izin tambang kini diambil alih oleh Pemkab Jawa Barat.

“Kami belum meneliti lebih dalam. Gunung itu didominasi emas atau galena. Galena adalah logam dasar, timah hitam,” tegas Ridwan Jumat (13/1)

Ridwan mengharapkan, ke depan pemerintah pusat kian ketat dalam memberikan izin untuk WNA. Karena kandungan emas di Bogor terbentang dari utara hingga wilayah selatan.

Contohnya di Sukamakmur. Di sana terdapat Gunung Sanggabuana yang memiliki mineralisasi logam, emas, galena, tembaga, seng. Pemerintah Kabupaten tidak memiliki wewenang, makanya sekarang lemah posisi Pemkab.”

Ridwan menjelaskan, bahan galena sejatinya diperuntukkan untuk pembuatan persenjataan dan kendaraan militer. Ridwan mengatakan, Tiongkok dalam 2 tahun ini memang sangat tertarik dengan Indonesia. Dan bahkan jadi booming.

Sehubungan dengan penggerebekan tersebut, menurut Ridwan pihak Imigrasi dan Polisi harus bekerjasama untuk melakukan pemeriksaan mendalam terkait pengakuan para tersangka.

Ada indikasi penyalah gunaan dokumen, izin dan beberapa hal yang bisa saja dipalsukan. Rdiwan mencontohkan, pengakuan TKA sebagai ahli geologi, faktanya justru menjadi pekerja kasar.

“Semua pengakuan bisa jadi akal-akalan saja. Bohongan mereka itu. Mungkin ada ahli geologinya. Tapi saya kalau ke lapangan juga penampilan rapi. Tidak seperti mereka, ahlinya tidak akan tinggal di barak kumuh, kecuali buruh. Kalau buruh memang lain ceritanya,” terang Ridwan lagi.

Kini masyarakat berharap besar kepada pemerintah pusat untuk serius dalam menangani masalah ini. Mengingat tenaga kerja dalam negeri juga berlimpah dan butuh keseriusan pemerintah untuk mengentaskan pengangguran.

 

LEAVE A REPLY