Home Berita Utama Ya Tuhan, Ternyata Ini Penyebab Gempa Bumi di Sumut, Sudah Terjadi 9...

Ya Tuhan, Ternyata Ini Penyebab Gempa Bumi di Sumut, Sudah Terjadi 9 Kali Gempa Susulan

415
0
SHARE

Gempa yang mengguncang Medan pada Senin (16/1/2017) pukul 19.00 WIB nampaknya bukan cuma menimbulkan kepanikan, tapi juga menimbulkan kerugian materi. Sebelumnya diberitakan oleh Tribunnews, Senin (16/1), gempa berkekuatan 5,6SR mengguncang medan pada senin malam pukul 19.13 WIB.

Gempa yang datang pada malam hari, membuta warga panik dan berhamburan. Bahkan yang malam itu sedang berada di pusat keramaian pun keluar menyelamatkan diri. Terkait dengan informasi gempa, ada beberapa tempat tang mengalamai kerugian cukup besar.

Di antaranya ada kaca besar pada mall Focal Point. Dilaporkan Tribunnews, Senin (16/1), kaca besar pada Mall Focal Point hancur berserakan.

Gempa melanda Kota Medan mengakibatkan kaca Mall Focal Point pecah, Senin (16/1/2017).

Penyebab Gempa Menurut BMKG

BMKG Wilayah I Medan melansir berita mengenai penyebab gempa bumi pada Senin malam yang mengakibatkan kepanikan. Menurut BMKG, gempa yang terjadi di Sumatra Utara, yakni perbatasan Deliserdang dengan tanah Karo, menurut BMKG faktornya tidak cuma satu.

Berdasarkan hasil analisa pada peta guncangan, BMKG dan laporan dari warn, gempa ini dirasakan di Sibolangit dengan intensitas III SIG-BMKG setara dengan VI MMI.

Medan II SIG-BMKG (IV-V-MMI), sedangkan tuntungan, Tebing Tinggi, Pematang Siantar intensitasnya II SIG-BMKG (II-III MMI).

Data tersebut didapat dari keterangan Kepala Data dan Informasi BMKG Wilayah I Medan pada Senin malam (16/1/2017)

Tetapi, menurt Syahnan, gempa secara umum bisa dikatakan berasal dari akitifitas sesar lokal maupun zona subduksi. Perbedaan keduanya kata Syahnan bisa dilihat dair kedalamannya.

“Kalau gempa karena sesar lokal karakteristiknya kedalamannya dangkal. Sedangkan gempa akibat subduksi lempeng pulau sumatra kisaran kedalamannya bisa mencapai rtusan kilometer,” kata Syahnan.

Sedangkan Kepala Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Drs Mochammad Riyadi, gempa yang terjadi di barat daya Deli Serdang, Sumatra Utara kalau ditinjau dari hiposenternya adalah gempa bumbi dangkal.

Melihat dari dampak yang dirasakan cukup luas, maka gempa bumi dangkal ini memiliki efek berarti. Syahnan berujar, “Patut disyukuri, kekuatan gempa bumi tidak terlalu besar dan tidak menimbulkan kerusakan yang berarti.”

Hasil monitoring BMKG telah terjadi 9 kali gempa bumi susulan. Kekuatannya relatif kecil. BMKG menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan jangan panik. Tetap ikuti arahan dari BPBD setempat dan informasi dari BMKG.

 

 

 

BMKG melalui Syahnan menghimbau,” Untuk masyarakat pesisir barat Sumatra Utara dan sekitarnya jangan sampai terpancing isu. Mengingat gempa yang terjadi tidak ada potensi terjadi tsunami.”

Syahnan menegaskan kembali, kekuatan 5,6 SR dengan episenter di koordinast 3,33 LU dan 98, 46 BT, tepatnya di darat jarak 28KM dan arah barat daya Deli Serdang, Sumatra Utara pada kedalaman 10KM.

Gempa memang dirasakan oleh banyak daerah. Namun sekali lagi BMKG menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan jangan termakan isu. Karena gempa tidak berpotensi tsunami.

LEAVE A REPLY