Home Hukum Tegas!! Komisi III DPR juga Minta Kapolda Jabar Dicopot Terkait LSM GMBI

Tegas!! Komisi III DPR juga Minta Kapolda Jabar Dicopot Terkait LSM GMBI

378
0
SHARE

Buntut panjang terkait aksi anarkis binaan Kapolda Jabar, Irjen Anton Charliyan, bukan hanya muncul dari ormas FPI. Namun juga dari DPR.

Wakil Ketua Komisi III DPR Benny K Harman, bahkan menyuarakan pencopotan Kapodal Jabar. Benny menilai Kapolda Jabar harus dicopot dari jabatannya karena berstatus Ketua Dewan Pembina Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).

Menurut Benny, dengan adanya langkah membina ormas yang dilakukan Kapolda Jabar telah menyalahi aturan.

“Ya, haru diberhentikan Kapolda. Ya gimana Kapolda membina,” ujar Benny di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (16/1)

Bahkan lebih lanjut, Benny menduga ada perintah dari Kapolri terkait membina ormas GMBI. Komisi III berencana memanggil Kapolri untuk dimintai penjelasan terkait ormas GMBI yang beberapa waktu lalu membuat onar dengan menyerang sekelompok orang yang baru saja selesai memberikan dukungan untuk Habib Rizieq di Mapolda Jabar.

Masih menurut Benny, “Akan ditanya. Jangan-jangan ada permintaan dari Kapolri, membina massa. Nanti Kapolri akan dipanggil untuk menjelaskan semua ini, ” tegasnya.

Benny menambahkan, anggota aktif Polri diberikan wewenang untuk melakukan pengamamanan secara netral, bukan memimpin atau bergabung dengan ormas atau partai politik.

Dengan alasan itulah Benny mendesak agar Kapolri memberhentikan Kapolda Jabar jika masih memimpin GMBI.

Dengan tegas Benny menambahkan, “Polisi diberikan kewenangan oleh Undang-undang, dia tidak boleh jadi pemimpin ormas, tidak boleh jadi parpol. Apalagi kalau ormas itu jadi underbownya parpol tertentu. Kami minta kapolri melakukan ketegasan dalam bertindak.”

Aksi Anarkis GMBI, Ormas Binaan Kapolda Jabar

Sebelumnya, Kamis (12/1/2017) Habib Rizieq memenuhi panggilan Kapolda Jabar untuk memberikan keterangan terkait laporan dari Sukmawaty Soekarno Putri mengenai dugaan penistaan lambang negara.

Habib Rizieq datang. Kaum muslimin dengan jumlah ribuan datang ke Mapolda Jabar untuk memberikan dukungan moril. Namun ketika penyidikan usai dan beberapa kaum muslimin yang tertinggal sedang dalam perjalanan pulang, ormas GMBI yang sejak pagi juga berkumpul menyerang.

Atas aksi anarkis tersebut, 5 orang anggita FPI terluka. Dan  mobil Kijang Inova rusak parah akibat dihantam balok.

Beberapa muslim lainnya juga terluka. Ironisnya, belum ada penyelidikan lebih lanjut Kapolda Jabar mengumumkan tidak ada massa GMBI yang terlibat penyerangan. Dan menurutunya lagi, penyerangan massa FPI akibat aksi balas dendam dari ormas lain yang pernah diserang oleh FPI.

Keterangan inilah yang kemudian menyulut emosi. Beberapa markas GMBI di tanah Sunda bahkan dibakar. Di Pangandaran, massa GMBI diusir warga. Dan juga Bupati Pangandaran dengan tegas mengusir GMBI.

Di Sukabumi sempat terjadi ketegangan lebih hebat, markas GMBI dikepung oleh ribuan warga. Kondisi sempat mencekam meski akhirnya polisi berhasil mengamankan situasi.

 

LEAVE A REPLY