Home Sinopsis Film & Drama Terbaru Sinopsis Film & Drama India Sinopsis Mohabbatein Episode 187 ANTV Hari Ini Rabu 1 Februari 2017: Raman...

Sinopsis Mohabbatein Episode 187 ANTV Hari Ini Rabu 1 Februari 2017: Raman Canggung, Ishita Bingung Ketika Cinta di Hatinya Kian Mekar

2862
0
SHARE

Nah, sudah masuk tahun 2017. Dan ngga kerasa banget, Mohabbetin sudah ada di episode 187. kurang dikit lagi 200. Betul, kan? sekarang apa yang sudah kamu dapat dari serial drama ini? kalau cuma dapat seru dan emosi terkuras, ngga asyik rasanya.

Mohabbetin memiliki pesan moral yang tinggi. Di antaranya adalah bagaimana ketulusan cinta seorang istri. Dan bagaimana seorang suami seharusnya bersikap. Dari semua itu, memang seharusnya menonton serial drama bukan hanya dinikmati saja. Melainkan harus diambil segi positifnya, yakni berupa pesan moral dan pandungan pelajaran lain yang ada di dalamnya.

Kalau sampai tidak bisa mengambil pesan yang tersirat, susah untuk bisa maju. Kamu juga akan jadi bahan menaikkan rating doang. Ah, iya, hampir lupa. Mari kita simak episode 187 Mohabbetin.

Sinopsis Film India Mohabbetein

Di rumah Ishita, ia sedang bersantai. Namun beberapa saat kemudian teringat sesuatu. Kemudian ia bngkit dan berjalan agak cepat. Sesampai di depan pintu, hampir saja ia bertabrakan dengan Vandu.

“Apa yang kau lakukan, Vandu?”

“Apa yang sudah kau lakukan untuk ibu?”

Ishita belum reda keterkejutannya, matanya menatapa foto USG di tangan Vandu. Ishita segera menyambarnya. Melihatnya kemudian memeluk Vandu erat sekali. Vandu bingung, tapi adiknya terus saja memeluk sambil mengucapkan selamat. Ishita menarik tangan Vandu, membawanya ke dalam rumah. Kemudian mengatakan pada Raman Kalau Vandu sudah hamil. Semua orang di rumah itu terkejut, mereka semua bahagia.

Raman tersenyum bahagia. Tetapi, ia kemudian berujar ringan bahwa ia turut bahagia. Raman pun mengisahkan kenangannya, ketika Shagun hamil Adi. Raman sekuat tenaga berusaha mempelajari hasil USG Adi.

Adi hampir saja menitihkan air mata. Ia terharu, sedih dan juga berbagai perasaan yang lain. Adi adalah anak pertamanya. Raman mengatakan bahwa ia mencintai Adi sejak masih 150 gram. Makanya, apapun yang terjadi Adi akan selalu menjadi anaknya. Dan Raman akan selalu siap berkorban untuknya.

Pada malam harinya, Ishita datang ke kamar. Ia sudah bersiap untuk tidur di sofa. Raman yang sedang bekerja dengan lapotonya merasa canggung dan ingin mengajak ngobrol Ishita. Tapi semuanya belum mampu ia kerjakan. Karena, ia masih bingung, apakah Ishita mau memaafkannya?

Memang jika siang atau di depan orang lain, Ishita akan baik. Semuanya karena kebaikan hati Ishita. Raman merasa bersalah. Semuanya berasal dari perselisihan antara ia dan Adi. Dan Raman hanya mencoba menyelamatkan Adi, anaknya. Sedangkan Ishita ingin menolong ibunya.

Semuanya menjadi kian rumit bagi Raman. Juga bagi Ishita. Raman menutup jendela kamar, Ishita justru membukanya, malam itu Ishita menatap buliran air yang turun dari langit. Sendu merayap menyapa dalam keheningan.

LEAVE A REPLY