Home Sinopsis Film & Drama Terbaru Sinopsis Film & Drama India Sinopsis Mohabbatein Episode 188 ANTV Hari Ini Kamis 2 Februari 2017: Pertengkaran...

Sinopsis Mohabbatein Episode 188 ANTV Hari Ini Kamis 2 Februari 2017: Pertengkaran Raman dan Ishita Menyingkap Kejadian Sesungguhnya

3742
0
SHARE

Kembali lagi dengan sinopsis Mohabbetein. Kali ini ada episode 188. Di episode sebelumnya ada adegan menarik antara Ishita, Vandhu dan juga Raman. Raman terkenang dengan Adi. Asalnya karena Raman melihat USG Vandu. Raman mengatakan bahwa ia mencintai Adi sejak, Adi masih sebesar 150 gram di dalam perut Shagun.

Ishita membalas, “Sudah seharusnya ayah mencintai anaknya.” namun malam harinya Ishita dan Raman tidak bertegur sapa. Sudah menjadi rahasia umum hubungan keduanya sedang bermasalah. Karena Raman membela Shagun, yang mana Shagun mantan istrinya, sebenarnya membela Adi, anaknya. Maka dari itu Ishita merasa jengkel dengan Raman. Padahal Shagun jelas ingin mencelakai ibu kandungnya, yang tak lain adalah mertua Raman.

Oke, daripada sibuk berpanjang lebar. Mari kita cek saja sinopsis dari kelanjutan Mohabbetein.

Sinopsis Mohabbetein ANTV

Ishita dengan tergesa-gesa menuju kliniknya. Sebagai seorang dokter, ia harus datang awal. Namun alangkah terkejutnya ia, mendapati Raman sudah berada di ruang prakteknya.

Raman tak terkejut melihat kedatangan Ishita. Bahkan ia langsung menariki tangan Ishita untuk duduk. Ishita yang terkejut, ia bertanya pada Raman apa yang kiranya terjadi? dan mengapa Raman ada di sana? bukankah seharusnya Raman bekerja?

Semua pertanyaan Ishita tidak dijawabnya. Raman justru bergeming dan terus mengajak Ishita jalan. Sampai di jalanan luar klinik, Raman mengatakan lirih, “Adi yang telah menabrak ibumu, sayang!”

“Aku sudah tahu,” balas Ishita tegas. Raman sedikit terkejut, ia mengatakan seharusnya mengatakan dari awal semuanya. Kini nasi sudah menjadi bubur.

Raman menyesali perbuatannya, “Kenapa kau tidak menanyakan padaku?” tanya Raman. Ishita membalas, “Kenapa kau tidak mengatakan padaku? kenapa kau menganggap aku tidak pantas mengetahui semuanya,” cecar Ishita.

Raman menanggap Ishita tidak adil. Tapi Ishita membalas, cukup sudah Raman melawan istri dan juga keluarga mertuanya karena membela Shagun. Ishita menegaskan, bahwa ia tahu semuanya sejak dulu. Namun Raman seperti buta, ia hanya terus saja membela Shagun dan Adi. Padahal Ishita melihat di depan mata kepalanya sendiri Shagun memarahi Adi, kemudian melarang Adi untuk mengendarai mobil lagi.

Pertengkaran keduanya terjadi. Raman memekik, ia menegaskan kalau selama ini tidak mendukung Shagun tapi Adi. Adi adalah anaknya, ia belum banyak tahu soal kejamnya kehidupan dan ia juga tidak tahu bagaimana kerasnya penjara. Makanya Raman berusaha untuk menguatkan serta membelanya.

Adegan berikutnya, Raman dan Ishita menangis bersama. Keduanya tak bisa menguasai perasaan masing-masing. Raman menegaskan kalau sejak dulu ia ingin mengatakan yang sebenarnya pada Ishital, tapi Shagun mencegah, menurutnya Ishita pasti akan memihak pada ibunya.

Mendengarnya ishita naik pitam, ia memekik mengatakan, “Bagaimana seorang anak tidak akan membela ibu kandungnya sendiri?”

LEAVE A REPLY