Home Sinopsis Film & Drama Terbaru Sinopsis Film & Drama India Sinopsis Mohabbatein Episode 222 ANTV Hari Ini Sabtu 6 Maret 2017: ...

Sinopsis Mohabbatein Episode 222 ANTV Hari Ini Sabtu 6 Maret 2017: Kegelisahan Ishita dan Kebahagiaan Mihika

830
0
SHARE

Sinospis Film Mohabbatein Antv – Pada sinopsis Mohabbatein episode yang lalu, ada beberapa konflik menarik yang bisa kita selami. Dalam serial drama ini, kita jadi ingat dengan kehidupan sebenarnya. Tidak ada yang gratis, tidka ada yang instan. Banyak sekali pesan moral yang terkandung di dalamnya.

Raman dengan susah payah membangun karir, dengan seenak udelnya Ashok dengki lalu merampasnya dengan jalan pintas. Di sisi lain ada Shagun, mantan istri Raman yang tidak pernah bisa merasa puas dengan apa yang didapatkan. Ia bertunangan dengan Shagun, lalu keduanya sama-sama haus akan dunia. Keduanya berkomplot untuk bisa menajtuhkan Raman dengan bantuan Suraj. Sekarang, pada episode ini apa yang akan terjadi? mari kita simak!

Sinopsis Mohabbatein ANTV Episode 222

Ishita merenung sendiri. Ia duduk di balkon sambil memandang langit yang malam itu sangat cerah. Beberapa patah kata kadang terlempar, dan Ishita tersenyum sendiri. Tak lama kemudian Mihika datang menyapa.

Ishita mempersilahkannya duduk. Ishita menyapa Mihik dengan penuh kasih sayang. Ia berkata kalau selama beberapa minggu ini ada banyak sekali masalah, sehingga keduanya tidak bisa berkomunikasi seperti itu lagi.

“Iya, kak. Kita jadi jarang ngobrol lagi. Semuanya karena kita sibuk dengan masalah yang ada.”

“Kau sudah tahu tentang Shagun?” tanya Ishita.

“Sudah, kak. Hanya saja aku ngga nyangka, ternyata Shagun adalah kakak kandungnya Mihir.”

“Sama, aku juga begitu,” ujar Ishita pelan.

Mihika mengatakan, bagaiman ia akan berhubungan dengan Mihri, apalagi Raman sedang menyuruh Mihir ke rumah Ashok untuk bicara soal pernikahan mereka berdua. Mihika kembali berkata bagaimana ia bisa menghadapi semuanya, apalagi tahu selama ini Shagun sangat jahat pada Ishita.

Ishita mengatakan kalau Mihir adalah pemuda tampan, cerdas, ia seperti permata, berhati baik dan bertanggung jawab penuh. Maka semuanya akan baik-baik saja. Sekali lagi Ishita mengatakannya pada Mihika. Mihika tersenyum bangga dengan pipi merah, ketika mendengarnya.

Ishita menambahkan, kalau Mihir akan memiliki hati besar seperti Raman dan seperti semua orang baik yang ada di rumah itu. Maka dari itu, Mihika jangan pernah ragu dengan cinta Mihir. Semuanya akan baik-baik saja, kata Ishita. Mihika menundukkan kepala. Ia sekali lagi, merona merah.

Mihika kembali bertanya kenapa Ishita tidak menemani Raman, bukankah Raman sedang melewati masa sulit? tetapi Ishita justru tersenyum. Kemudian mengatakan ingin curhat kepada Mihika.

Kenapa siapa lagi ia akan bicara kalau bukan padanya, Mihika tersenyum. Dan mengatakan kalau ia akan menjadi teman curhat yang baik, maka Ishita jangan pernah sungkan untuk mengatakan semuanya pada dirinya. Ishita berkata, kalau ia dan Raman dulu sering bertengkar, Raman orangnya kasar, keras, tidak mau kalah. Tetapi, semunya demi Ruhi dan Adi.

Semua perangai buruk Raman muncul karena luka di masa lalu. Ia sangat terkejut ketika Raman diam-diam menangis untuk Ruhi.

LEAVE A REPLY