Home Sinopsis Film & Drama Terbaru Sinopsis Film & Drama India Sinopsis Mohabbatein Episode 224 ANTV Hari Ini Senin 8 Maret 2017: Raman...

Sinopsis Mohabbatein Episode 224 ANTV Hari Ini Senin 8 Maret 2017: Raman Semakin Mesra dan Romantis

2235
0
SHARE

Sinopsis film India MohabbateinSinopsis Mohabbatein episode 225 sudah kami siapkan dan akan kami rilis di postingan berikutnya. Sekarang mari kita lihat kembali beberapa adegan sebelumnya. Episode beberapa waktu yang lalu mengisahkan antara Ashok, Suraj dan Raman yang sednag berseteru. Awal mulanya, Raman yang diberikan jabatan presdir dan terpilih sebagaia CEO terbaik di India, namun Ashok dengki. Atas hasutan Shagun, akhirnya Ashok meminta bantuan dari Suraj untuk membuat laporan palsu, bahwa Ishita sudah melakukan kesalahan praktek.

Mihir dan Mihika sedang merencanakn pernikahan. Namun kenyataan bahwa Shagun adalah kakak kandung Mihir membuat Mihika shok. Atas dukungan dari Ishita, akhirnya Mihika berani untuk maju. Seperti apa selanjutnya? mari kita simak,.

Sinopsis Mohabbatein episode 224

Masalah kembali mendera Ishita. Ia harus bertemu dengan Suraj atas desakan dari persatuan dokter gigi India. Dan ia pun menemui Suraj untuk menyelesaikan masalah. SUrat melaporkan kepada polisi dan persatuan dokter gigi kalau ia mendapatkan mal praktek ketika berobat ke klinik Ishita.

Ishita pulang dengan menangis. Ia mengusap air mata sebelum masuk ke rumah Nyonya Bhala. Nyonya Bhala mengetahuinya, lalu ia bertanya kenapa Ishita menangis. Tetapi Ishita hanya diam dan mengatakan kalau ia memasukan debu matanya. Sehingga tampaknya seperti menangis.

Di sisi lain, Raman mendatangi Ishita yang baru saja sampai di kamarnya, kemudian Raman menegur Ishita. Katanya Ishita ceroboh, makanya kartu kredit miliknya dipakai orang. Ada telphone dari bank yang mengabarkannya.

Ishita membantah, ia mengatakan belum belanja sama sekali. Bagaimana bisa ada yang memakainya? Raman meminta bukti. Ia meminta Ishita menunjukkan kartu kredit miliknya, Ishita mencarinya di dalam tas, tidak ada. Ishita semakin panik.

Raman memojokkannya. Ia mencari sekuat tenaga namun tidak ketemu juga. Saat Ishita menangis semakin dalam. Raman mengeluarkan sesuatu dari balik kantongnya,

“Nah ini apa? ketemu, kan?” kata Raman mengejutkan Ishita. Ishita menatap dengan tatapan marah.

“Kenapa kau tidak bilang?”

“Kalau aku langsung mengatakannya, maka aku tidak bisa membuat kejutan untukmu.”

Bukannya menjawab, Ishita justru pergi meninggalkan Raman begitu saja. Raman mengejarnya, dapat. Ia menahan Ishita agar tidak keluar dari kamar. Raman meminta maaf berkali-kali.

Ishita akhirnya luluh. Raman memeluknya. Kemudian mendudukkannya di sofa. Ishita mulaai bercerita, betapa susahnya menggapai gelar dokter gigi dan mendapatkan ijin untuk praktek. Namun semuanya hilang begitu saja atas tuduhan kecerobohan.

Ishita menangis di pelukan Raman. Lalu Raman mencoba menghiburnya. Semuanya hilang begitu saja. Raman sekali lagi menguatkan istrinya. Lalu mengatakan kalau ia tidak akan tinggal diam.

Ishita berhenti menangis. Lalu kembali bercerita bagaimana ayahnya berjuang kerjas untuk membuatnya jadi dokter gigi.

LEAVE A REPLY