Home Sinopsis Film & Drama Terbaru Sinopsis Film & Drama India Sinopsis Mohabbatein Episode 228 ANTV Hari Ini Kamis 9 Maret 2017: Kisah...

Sinopsis Mohabbatein Episode 228 ANTV Hari Ini Kamis 9 Maret 2017: Kisah Bahagian di Ruang Keluarg Raman dan Ishita

1447
0
SHARE

Sinoposis serial drama India Mohabbatein – Mihika dan Mihir akhirnya bersatu. Namun belum selesai semuanya. Konflik dan lainnya akan terus bertambah menjadi lebih seru. Keluarga Nyonya Iyer dan Nyonya Bhala memang telah sepakat. Dan akhirnya Mihir serta Mihika bisa bersatu.

Ashok terus saja memusuhi Raman. Begitu juga dengan Suraj. Ia yang awalnya tidak tahu menahu, diseret terjun untuk ikut memusuhi Raman. Atas ulah Surajlah Ishita akhirnya dicabut ijin praktekknya.

Pada episode 228 apa saja yang akan terjadi? apakah Raman akan mendapatkan kembali jabatan presdirnya? atau Ishita akan kembali praktek? lalu bagaimana dengan Mihir dan mihika? semuanya akan terjawab pada episode demi episode yang akan datang.

Sinopsis Mohabbatein 228

Mihika dan Mihir telah resmi bersatu. Di hari itu, keduanya sedang bersantai. Lalu Mihika menunjukkan foto adiknya, ia mengatakan kalau ini adalah adiknya dia dan juga adik Ishita. Mihir tersenyum menggoda.

Mihika membicarakan Ishita. Ia banyak memuji istri Raman. Dan mengatakan kalau Ishitalah yang banyak membantunya, serta banyak menyemangatinya. Mihika juga mengatakan pujian Ishita untuk Mihir, ketika ia merasa ragu, karena tahu bahwa Shagun adalah kakak kandungnya. Ishita memuji kalau Mihir adalah lelaki yang bertanggung jawab dan juga menarik, tampan seperti mutiara. Mihir tersenyum simpel, kemudian mencolek pinggang Mihika. Keduanya tertawa bahagia.

Adegan berikutnya, Ishita dan Raman sedang bertengkar, Ishita mengatakan kalau Raman harus belajar bersabar, ia harus membiasakan diri. Bukan terus terjebal dalam masa lalunya. Masa lalu bukan untuk dikenang apalagi disesali, masa lalu adalah untuk dilupakan.

Raman berteriak, ia mengatakan kalau ia belum bisa melupakan semuanya. Ia berharap Ishita bisa mengerti. Ishita membalas, apalah selama ini ia kurang mengerti? Raman terdiam dan meminta maaf kepada Ishita. Apalagi Ishita mencoba untuk menenangkannya.

Di sisi lain, Mihika sedang bercerita sekaligus menumpahkan isi hatinya. Ia mengatakan kalau Mihir sensitif dan Mihika berharap agar Mihir bisa berubah walau sedikit. Watak Mihir persis seperti Raman, mudah tersinggung meski begitu Mihika mengakui kalau Mihir adalah lelaki terbaik yang dihadirkan Tuhan untuknya.

Di lain waktu Raman sedang menonton televisi. Datanglah Ishita, Raman memidahkan channel pada yang lain. Ishita duduk kemudian bertanya tentang film apa? Raman menjawab, film tentang kekuatan seorang lelaki.

Ia mengatakan kalau seorang lelaki bisa saja menangis. Dan lelaki yang menangis bukan berarti lemah, namun karena ingin sedikit membuat hatinya lunak dan lembut.

Ishita berdiri. Raman mengatakan agar Ishita merapikan rambutnya. Sebelum semuanya menjadi fatal, karena rambut panjang bisa menjadi botak. Tentus aja Raman hanya bercanda. Ishita tersenyum sambil melangkah pergi. Raman menggoda istrinya lagi, mesra sekali.

LEAVE A REPLY