Home Motivasi Merasa Sudah Tua, Tapi Belum Bisa Move On dari 5 Kebiasaan Ini,...

Merasa Sudah Tua, Tapi Belum Bisa Move On dari 5 Kebiasaan Ini, Berarti Kamu Belum Dewasa

742
0
SHARE

Dewasa bukanlah pilihan, tapi kepastian. Jengah ngga sih, saat usia sudah masuk 25 tahun tapi masih banyak yang nuduh kamu ngga dewasa?  kamu yang sedang berjuang menuju kedewasaan, ketahui bahwa kedewasaan bukan pengakuan dari dirimu, melainkan penilaian dari orang lain.

Kadang, susah payah dan ngeyel kita bilang kalau kita sudah dewasa, tapi orang lain menilai kita belum dewasa. Kalau begitu, kamu harus tahu ukurannya. Meski tidak ada patokan pasti, namun kedewasaan akan tampil pada sikap sehari-harimu. Dari sanalah orang akan menilai.

Setidaknya, kamu bisa bercermin dari 5 masalah untuk mengukur kedewasaanmu.

1.Kalau kamu merasa dalam forum atau diskusi di kampus, pendapatkan selalu diremehkan dan kamu selalu merasa lebih unggul, serta tidak bisa menerima pendapat orang lain, kamu belum dewasa

Selama ini, kamu selalu bergaul dengan teman seumuran dan sepemikiran, jarang ada bentrokan ide atau semisalnya. Tapi saat kamu sudah masuk dunia kerja, kamu harus tahu kalau di dalam sebuah team ada yang namanya “kerja team” di sana kamu harus bisa berbagi dan menerima pendapat orang lain.

Kamu harus tahu, merasa paling benar adalah sifatnya Anak-Anak. Jadi, kalau kamu masih ada sifat susah menerima pendapat orang lain, bisa jadi kamu belum dewasa sepenuhnya.

2. Mudah mengeluh karena kamu merasa masalah yang dihadapi terlampau berat. Tapi kamu tidak berusaha cari solusi, justru kadang mengurung diri dan mengatakan kalau masalahmu terlalu berat

Kamu harus tahu, masalah ada untuk diselesaikan. Justru masalah akan terasa berat dan rumit, ketika kamu selalu mengeluh dengan masalahmu. Kurangi deh, mengeluh. Move on, pecahkan masalahmu sekarang juga. Takutnya orang di sekelilingmu justru ilfeel nantinya, dengan tingkahmu yang suka mengeluh daripada mencari solusi

3. Terlalu suka mengingat kesalahan orang lain, dan enggan memikirkan kesalahanmu pada orang lain. Ngga baik, lo. Yuk belajar memaafkan!

Tanpa terasa, kamu lebih suka mengingat kesalahan orang lain daripada kesalahan dirimu. Payahnya lagi, kamu bahkan tidak bisa memaafkan kesalahan orang lain meski kecil. Dan kamu tidak mau ingat kesalahanmu padahal begitu besarnya.

Kamu harus tahu, dewasa bukan hanya soal mau mengalah, tapi juga mau memaafkan kesalahan orang lain.

4. Tidak cukup jadi pendengar, kamu merasa selalu benar dan ingin mendominasi percakapan

Tidak cukup dan tidak mau menjadi pendengar saja, bahkan kamu selalu ingin menunjukkan kalau kamu ada, dengan cara mendominasi percakapan. Karena hal itu akan menunjukkan jati dirimu ada.

Niatmu baik, tapi caramu melakukannya bisa menimbulkan gesekan dan pengertian buruk dari orang lain. Kamu harus tahu, orang menilai berdasarkan perbuatanmu bukan pengakuanmu.

5. Kamu masih suka memedulikan perkataan dan pandangan orang lain padamu, karena kamu belum nyaman dengan dirimu dan kamu belum menemukan dirimu yang sebenarnya

Kamu ngga sadar, kalau seluruh yang kamu lakukan adalah untuk mencari nilai baik orang lain. Sehingga kamu ngga nyaman dengan keadaanmu sebenarnya.

Perlu kamu tahu, dewasa adalah soal mantap dan yakin adanya dirimu dan jati dirimu. Kalau kamu terus mencari nilai dari pandangan orang lain, kamu tidak akan menemukan arti dewasa sesungguhnya.

LEAVE A REPLY