Home Sinopsis Film & Drama Terbaru Sinopsis Film & Drama India Sinopsis Mohabbatein Episode 272 ANTV Hari Ini Rabu 21 April 2017: Ishita...

Sinopsis Mohabbatein Episode 272 ANTV Hari Ini Rabu 21 April 2017: Ishita Menangis, Raman Semakin Cemburu Melihat Maani Memegang Tangan Ishita

654
0
SHARE

Sinopsis Mohabbatein 271 – Dalam beberapa epsiode sebelumnya, sudah dikisahkan Raman sakit hati karena melihat hal yang tidak mengenakkan. Dan hal itu menjadi pemicu bagi keretakan rumah tangganya. Raman yang sedianya hendak menjemput Ruhi dan Ishita di tempat latihan karate Ruhi malahan melihat Ishita dan Maani berpelukan. Keduanya erat sekali.

Maani mengatakan pada Ishita agar mau menikah dengannya dan menceraikan Raman serta meninggalkan Ruhi. Meski keduanya berpelukan dan berdialog mesra, namun Raman tidak mendengar kalimat endingnya. Ishita sama sekali tidak tergoda dengan ucapan Maani. Ia justru memuji Raman sebagai suami, teman, sahabat terbaik di dunia. Makanya Raman tidak pernah bisa tergantikan. Ishita pun mengatakan kalau Maani sudah terpengaruh dengan Ravan Kumar, novelis idolanya.

Sinopsis Mohabbatein episode 272 ANTV

Dalam pesta, Shagun nampak memerhatikan Raman dari jauh. Shagun menatap tanpa kedip, seperti seorang jatuh cinta pada Raman. Lalu Shagun bergumam kecil, ia mengatakan, “Kasihan sekali Raman, ternyata ia masih mencintaiku dan belum bisa melupakanku. Lalu di mana istriny sih? apakah ngga ngurus dirinya?”

Ucapan itu terus saja dikatakannya. Bahkan ia tidak menyadari kedatangan Ashok. Ashok yang mendengarnya mengagetkan Shagun, ia mengatakan kenapa Shagun tidak meminta Raman menikahinya saja? bukankah baginya Raman masih mencintai, apalagi Shagun juga tidak bisa lepas dari Raman.

Shagun murka, tapi Ashok menang. Shagun tidak bisa berkata apapun. Ia diam dan meminta Ashok untuk tidak marah padanya. Kata Shagun, meski Raman masih mencintainya tapi Shagun tidak akan pernah kembali pada Raman dan ia hanya mencintai Ashok.

Ashok tidak percaya, ia pun marah-marah dan menyeret Shagun pulang. Kemudian Ashok memarahinya di mobil.

Ishita sedang berdiri mematung. Ia mengamati Raman dari jauh. Lalu ia mengusap air matanya yang jatuh. Dan beberapa saat kemudian datangnya Maani. Maani bertanya kejadian beberapa waktu yang lalu, ketika Raman memakinya di depan umum. Maani menanyakannya pada Ishita. Ishita hanya menjawab singkat, katanya Raman sudah tahu kalau Maanilah yang ada di belakang semua kenaikan jabatan Raman. Makanya Raman marah, apalagi ia juga belum bisa memaafkan Ishita atas prahara yang terjadi tempo hari.

Maani kembali bertanya bagaimana jika ia menjelaskan semuanya pada Raman? Ishita mencegahnya, ia memandang Raman dari kejauhan sambil berlinang air matanya. Ishita menangis. Ia merasa berasalah dengan pertemanannya dengan Maani. Padahal di balik semua itu, hanya sebatas teman akrab dan memang Maani yang selama ini membantunya, tanpa mau pandang bulu. Ia juga teman yang sangat mengerti.

Ishita mencegah Maani, ia mengatakan bagaimanapun juga Raman adalah ayah bagi anaknya. Dan untuknya ia akan melakukan apapun. Namun tanpa disadari keduanya Raman memperhatikannya. Apalagi ketika Maani memegang tangan Ishita. Ishita berlari sambil menangis keluar gedung, tapi Maani dicegah oleh salah satu koleganya hingga akhirnya ia tak bisa menolak.

LEAVE A REPLY