Home Sinopsis Film & Drama Terbaru Sinopsis Film & Drama India Sinopsis Mohabbatein Episode 274 ANTV Hari Ini Jumat 23 April 2017: Retaknya...

Sinopsis Mohabbatein Episode 274 ANTV Hari Ini Jumat 23 April 2017: Retaknya Rumah Tangga Raman dan Ishita Karena Maani

377
0
SHARE

Sinopsis Mohabbatein 274 –  Maani dituding sebagai pemicu retaknya rumah tangga Raman. Bahkan Nyonya Bhala akhirnya dengan jelas mengatakan benci dengan Maani. Ishita semakin terjepit. Ia tidak bisa berbuat apa-apa. Malu sekali, karena ia tidak selingkuh. Raman hanya salah faham meski ia sudah menyadari kesalahannya.

Episode yang lalu, Raman secara tidak sengaja memergoki Maani yang memegang tangan Ishita. Sedangkan Ishita kelaur dari gedung di mana pesta berlangsung. Tak hanya sampai di situ, Maani mengejar Ishita tapi tidak dapat. Dan akhirnya, Ishita berhasil pergi dari gedung. Raman cemburu bukan main. Ia berkata pada dirinya sendiri kemana Ishita pergi malam-malam begitu?

Sinospsi Mohabbatein episode 274

Ishita menyetir mobilnya sendirian. Malam itu, ia tak bisa tenang. Bahkan ia masih menangis. Untuk saja tidak terjadi kecelakaan, karena ia menyetir dengan sangat cepat. Raman yang melihatnya dari jauh hanya menggumam kecil, ia berujar pada dirinya, kemana Ishita akan pergi malam begitu?

Ishita pergi ke klinimk giginya. Sesampai di sana, ia segera turun dari mobil dan memarahi petugas jaga. Ia bahkan memaki dan sangat marah, petugas menyela menanyakan kenapa bu dokter sangat marah? tidak seperti biasanya. Kalau memang ada masalah kenapa tidak diselesaikan dahulu.

Bukannya mendapatkan simpati Ishita, petugas jaga justru kena maki kian parah. Ishita berkata, “Siapa yang suruh nutup? kalau aku bilang buka, ya buka!?” pekik Ishita semakin tinggi., Petugas jaga hanya terheran, tidak seperti biasanya Ishita begitu.

Ishita bisa sampai ke ruang kerjanya, petugas jaga semakin keheranan. Tidak biasanya Ishita begitu apalagi selama bekerja pada Ishita, dokter cantik itu selalu berbuat baik padanya dan tidak pernah membentak. Hanya kali ini saja ia mendapatkan perlakuan begitu.

Sesampai di ruang kerjanya Ishita segera mengganti baju dengan baju putih khas dokter. Kemudian menelphone Nyonya Verma, mengatakan kalau ia sudah sampai di ruangannya. Tapi Nyonya Verma justru membatalkaan janjinya, tadinya Nyonya Verma yang memintanya segera datang karena darurat.

Kata Nyonya Verma anaknya sudah mendingan dan sudah tidur, maka ia akan datang esok harinya saja. Mendengarnya Ishita marah besar, “Anda ini bagaimana, kenapa tidak memikirkan kalau usahaku ke sini tidak mudah?”

Nyonya Verma membalas, kenapa Ishita marah, anaknya kan masih kecil. Meski tadi sakit gigi setelah diberi obat sudah mendingan dan sudah tidur? kenapa harus marah.

“Orang memang tidak bisa menghargai usaha orang lain,” Ishita mengatakannya sambil marah, lalu menangis dan menutup telphone. Di luar Maani datang, ia segera membujuk Ishita untuk tenang dan menghiburnya. Namun Ishita menolak, ia mengatakan sedang tidak ingin bicara. Ia akan pulang. Ishita meminta petugas mematikan lampu kemudian ia pamit pulang.

LEAVE A REPLY